Kepala MIN 1 Sleman Ikuti Penguatan Implementasi Asta Protas Bersama Menteri Agama

Kankemenag Sleman News (MIN 1 Sleman) – Kepala MIN 1 Sleman, Ummu Aiman, M.Pd.I., mengikuti kegiatan Penguatan Implementasi Asta Protas dengan tema “Wujudkan Pelayanan dan Pendidikan Keagamaan yang Unggul dan Berdampak” bersama Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., di Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (4/11/2026).

Dalam arahannya, Menteri Agama menekankan pentingnya menjaga citra Yogyakarta sebagai laboratorium moderasi beragama, kerukunan, dan kesetaraan gender. Ia mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan kehidupan beragama yang harmonis, inklusif, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.

Menteri Agama menyampaikan lima hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama, yaitu penguatan moderasi beragama, digitalisasi layanan, pelestarian kearifan lokal, penguatan ekosistem, serta penegakan integritas kepribadian.

Dalam penguatan moderasi beragama, ia mengingatkan bahwa moderasi bukan berarti memoderasi agama, melainkan membangun sikap adil, seimbang, dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat. Perbedaan agama, suku, dan budaya hendaknya menjadi kekayaan bangsa yang mempererat persatuan, bukan menjadi pemicu perpecahan.

“Agama adalah untuk manusia. Siapa pun anak Adam wajib kita muliakan. Tugas kita adalah mengajak kepada kebaikan, bukan memaksakan keyakinan. Mari kita menekankan persamaan, bukan perbedaan,” pesannya.

Selain itu, Menteri Agama mendorong seluruh jajaran untuk menjadi subjek dalam transformasi digital, menjaga kearifan lokal sebagai bagian dari keindahan kehidupan beragama, serta memperkuat ekosistem yang saling mendukung. Ia juga menekankan pentingnya integritas dan pembentukan pola pikir positif dalam menjalankan tugas dan kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, Menteri Agama menguraikan nilai-nilai yang terangkum dalam motto istiqomah, yakni ikhlas, sabar, tawaduk, qanaah, amanah, muruah, akhlak, dan malu. Delapan nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh aparatur Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan yang tulus, profesional, dan bertanggung jawab.

Keikutsertaan Kepala MIN 1 Sleman dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi Asta Protas di lingkungan madrasah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan, pelayanan yang berdampak, serta membangun karakter murid yang moderat, berakhlak mulia, dan berintegritas.

Melalui penguatan tersebut, MIN 1 Sleman berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang unggul, humanis, dan berorientasi pada kemaslahatan, sejalan dengan semangat Kementerian Agama dalam mewujudkan pelayanan dan pendidikan keagamaan yang semakin berkualitas. (naf)