Kepala MIN 1 Sleman Hadiri Rapat Koordinasi KKMI Kabupaten Sleman di MI Qurruta A’yun Blotan

Kemenag Sleman News (MIN 1 Sleman)- Kepala Madrasah MIN 1 Sleman, Ummu Aiman, M.Pd.I., menghadiri Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Sleman yang diselenggarakan di MI Qurruta A’yun Blotan.pada hari Rabu 21 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para kepala Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Sleman serta pengawas madrasah.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh pengawas madrasah, yaitu Ibu Hj. Tri Wahyuni, S.Pd. dan Ibu Hj. Zumaroh Nazulaningsih, M.Si. Pada kesempatan tersebut, pengawas madrasah secara kolaboratif menyampaikan sosialisasi terkait Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 tentang kebijakan kurikulum terbaru di madrasah.

Dalam pemaparannya disampaikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta mulai semester II telah diintegrasikan dalam proses pembelajaran. KMA 1503 juga membahas penguatan program intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler sebagai bagian dari pengembangan karakter peserta didik. Adapun perubahan kurikulum berdasarkan KMA tersebut direalisasikan melalui penyusunan Suplemen Kurikulum di masing-masing madrasah.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pada tahun ajaran 2026/2027, kurikulum madrasah telah memuat Kurikulum Berbasis Cinta sesuai dengan ketentuan KMA 1503. Penjelasan teknis terkait perubahan kurikulum tersebut akan disampaikan lebih lanjut dalam kegiatan In House Training (IHT) Kepala Madrasah Ibtidaiyah yang akan dilaksanakan pada 27 Januari 2026 bertempat di MI Darul Ulum Sinar Melati, dengan narasumber Ibu Anita Isdarmini, S.Pd., M.Hum.

Selain pembahasan kurikulum, rapat koordinasi KKMI Kabupaten Sleman juga membahas persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Dalam rapat tersebut disepakati bahwa akan dilaksanakan tryout TKA secara serentak khusus Madrasah Ibtidaiyah di wilayah DIY, yang dijadwalkan pada bulan Februari dan April.

Melalui keikutsertaan Kepala Madrasah MIN 1 Sleman dalam rapat koordinasi ini, diharapkan kebijakan dan program yang telah disepakati dapat diimplementasikan secara optimal demi peningkatan mutu pendidikan madrasah. (MAZ)