
Kemenag Sleman News (MIN 1 Sleman) – 11 November 2025 – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Sleman turut berpartisipasi dalam kegiatan Desiminasi Pendidikan Lalu Lintas yang diselenggarakan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai perwakilan sekolah di Kabupaten Sleman, termasuk Bapak Hilmy Pramusinta, S.Pd. yang mewakili MIN 1 Sleman.
Acara dibuka oleh Kasatlantas Polresta Sleman yang menyampaikan pentingnya pendidikan lalu lintas sejak dini untuk menekan angka kecelakaan di kalangan pelajar. Dalam paparannya, Rudi Prakanto, M.Eng, selaku Plt. Kepala Dikmen Sleman, menjelaskan bahwa korban kecelakaan lalu lintas paling banyak berasal dari kalangan remaja berusia 15–25 tahun. Berdasarkan data, 61% penyebab kecelakaan berasal dari faktor manusia, 9% dari faktor kendaraan, dan 30% dari faktor prasarana.
Sebagai solusi, beliau menekankan empat pendekatan penting untuk mengurangi angka kecelakaan, yaitu pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, pembiasaan, dan pembentukan budaya tertib berlalu lintas.
Sementara itu, Sunarta dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman menambahkan bahwa kesadaran berlalu lintas perlu ditumbuhkan melalui mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Menurutnya, Pendidikan Pancasila berperan penting dalam membentuk karakter, moral, dan kepatuhan terhadap norma sosial, termasuk etika berlalu lintas.
Ia juga menguraikan strategi untuk menumbuhkan kesadaran berlalu lintas, yaitu melalui:
- Kebijakan yang mendukung tumbuhnya kesadaran berlalu lintas,
- Keteladanan dalam penerapan etika berlalu lintas,
- Integrasi nilai-nilai etika berlalu lintas dalam rencana pembelajaran,
- Implementasi nilai-nilai tersebut dalam proses belajar mengajar, serta
- Kerja sama lintas sektor antara pihak sekolah, orang tua, dan instansi terkait.
Selain itu, Bapak Ali Sofa, S.Ag., M.Ag., selaku Pengawas Kemenag Kabupaten Sleman, turut menekankan peran penting orang tua dalam menjaga keselamatan anak. Menurutnya, orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan anak-anak berangkat dan pulang sekolah dengan aman serta menanamkan kesadaran berlalu lintas dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan desiminasi ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di kalangan pelajar, serta memperkuat sinergi antara sekolah, keluarga, dan aparat penegak hukum dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan berkarakter. (ADP)


Komentar Terbaru