Kepala MIN 1 Sleman Hadiri Pra Raker Pendidikan Madrasah DIY, Soroti Sinkronisasi dan Digitalisasi

Kemenag Sleman News (MIN 1 Sleman) — Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Sleman Ibu UMMU AIMAN, M.Pd.I. turut menghadiri kegiatan Pra Rapat Kerja (Pra Raker) Pendidikan Madrasah Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan pada hari Senin, 06 April 2026 di MAN 1 Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk menyusun evaluasi serta merumuskan langkah strategis dalam memajukan madrasah di wilayah DIY.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Bapak Sidik Pramono, S.Ag., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Pra Raker pada hari tersebut.

“Kami bersyukur atas terselenggaranya kegiatan Pra Raker hari ini. Terimakasih kami sampaikan kepada Kepala MAN 1 Yogyakarta yang telah menyediakan tempat untuk pelaksanaan kegiatan ini,” ujar beliau.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan. “Jika dalam pelaksanaan Pra Raker hari ini terdapat hal-hal yang kurang berkenan, kami mohon maaf,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sidik Pramono menekankan bahwa fokus utama hari pertama Pra Raker adalah sidang komisi. Seluruh peserta diharapkan dapat memanfaatkan forum tersebut secara maksimal sebagai sarana evaluasi bagi seluruh madrasah.

“Tidak harus terpaku pada tujuh komisi yang ada. Jika dirasa perlu, komisi dapat ditambah sebagai bahan evaluasi. Bahkan dalam Raker nantinya, usulan-usulan baru sangat diperbolehkan untuk memperkuat program kerja,” jelasnya.

Menurutnya, Pra Raker ini bertujuan untuk menyinkronkan berbagai fungsi antar bagian agar tercipta kesinambungan peran di masing-masing madrasah. Pada hari kedua, kegiatan akan dilanjutkan dengan sidang pleno untuk menyampaikan hasil pembahasan dari masing-masing komisi.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung adanya perbedaan tata kelola di setiap madrasah yang kerap menjadi tantangan. Oleh karena itu, ia berharap tim pengembang madrasah dapat menyusun “buku saku madrasah unggul” sebagai panduan bersama.

“Harapannya, madrasah dapat terus berkembang dan bahkan mampu bersaing di tingkat global,” ungkapnya.

Selain itu, isu digitalisasi madrasah turut menjadi perhatian. Disebutkan bahwa JMD (Jogja Madrasah Digital) akan menjadi simbol sekaligus wadah kolaborasi digital bagi madrasah di DIY.

Pada aspek kebijakan, khususnya terkait Zona Integritas (ZI), madrasah yang telah lolos diharapkan dapat memberikan pendampingan kepada madrasah lain. Sementara itu, dalam komisi kontrak prestasi, dibahas pentingnya perencanaan dan formalitas kontrak prestasi agar lebih terarah.

Terkait Perjanjian Kinerja (Perkin), Sidik Pramono menegaskan bahwa instrumen tersebut menjadi sarana penting agar program dapat direncanakan dan dilaksanakan secara optimal.

Kehadiran Kepala MIN 1 Sleman dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan madrasah, sekaligus berperan aktif dalam merumuskan kebijakan dan inovasi demi kemajuan bersama.(MZA)