Kepala MIN 1 Sleman Bersinergi dengan Kementerian Agama Sleman untuk Wujudkan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi

Kemenag Sleman News (MIN 1 Sleman) Kepala MIN 1 Sleman menunjukkan komitmen kuat dalam membangun sinergi dengan Kementerian Agama Kabupaten Sleman demi mewujudkan pendidikan madrasah yang unggul, ramah, dan terintegrasi. Komitmen ini disampaikan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Pimpinan (RAKORPIM) yang diselenggarakan di MTsN 3 Sleman.

Dalam sambutannya, Kepala MIN 1 Sleman menyampaikan kesiapan madrasah untuk terus mendukung dan menyukseskan ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI). “Bismillahirrahmanirrahim, Kepala MIN 1 Sleman siap mensukseskan OMI tahun 2026. Tahun 2025 ini baru sampai tingkat provinsi, insyaAllah tahun 2026 kami siap menuju tingkat nasional,” ujarnya penuh semangat.

RAKORPIM juga membahas pelaksanaan OMI tingkat nasional tahun 2025 yang akan diselenggarakan di Asrama Haji Banten. Peserta dan pendamping akan mendapatkan dukungan transportasi dan konsumsi, sementara pendamping dan kepala madrasah pembiyaan secara mandiri.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadif, S.Ag., M.Si. Dalam arahannya, beliau menyampaikan beberapa poin penting terkait kegiatan Kemenag menjelang peringatan Hari Santri Nasional.
Beberapa agenda yang akan dilaksanakan antara lain:

  1. Pemberian reward kepada pesantren berprestasi,
  2. Kegiatan bersih-bersih pesantren yang melibatkan tokoh lintas agama,
  3. Program sehari menjadi kepala kantor Kemenag, di mana santri terpilih akan bertugas penuh sebagai kepala kantor mulai pagi hingga pukul 16.00 WIB, sebagai bentuk apresiasi kepada santri berprestasi.

Dalam kesempatan tersebut, H. Nadif juga memberikan apresiasi tinggi atas capaian madrasah di Kabupaten Sleman pada tahun 2025. Kabupaten Sleman berhasil menjadi juara umum dalam ajang Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) serta mengirimkan empat peserta OMI ke tingkat nasional.
Beliau menegaskan, “Jika OMI didominasi oleh Sleman itu wajar, namun jika tidak didominasi oleh Sleman, justru tidak wajar. PKM dan OMI harus memberikan kontribusi positif bagi madrasah. Yang penting adalah refleksi—bagaimana kita terus mempertahankan predikat tersebut.”

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya komitmen kepala madrasah dan guru dalam membentuk tim sukses OMI yang bekerja sepanjang tahun agar persiapan lebih maksimal. Kegiatan di luar daerah juga diingatkan agar selalu berorientasi pada hasil yang sepadan dengan biaya yang dikeluarkan, menegaskan prinsip responsabilitas dan akuntabilitas dalam setiap aktivitas madrasah.

Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinkronisasi antar madrasah. “Tidak salah jika madrasah berkunjung ke sekolah yang bagus, namun setiap kegiatan keluar harus membawa dampak positif,” imbuhnya.

Untuk memperkuat sinergi tersebut, Kemenag Sleman juga meluncurkan program ‘Pengawas Goes to Madrasah’, di mana pengawas akan lebih dekat dengan madrasah binaannya. Program ini bukan bentuk intervensi, melainkan upaya memperkuat sinergi dan pendampingan agar madrasah semakin berkualitas.

Dalam sesi penutup, dibahas pula beberapa hal administratif, di antaranya pencairan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk jenjang madrasah tsanawiyah. Disampaikan bahwa PIP merupakan kewenangan pusat, sehingga tidak semua usulan madrasah dapat diterima. Madrasah yang siswanya sudah lulus atau mutasi diimbau membuat berita acara agar pencairan tetap tertib administrasi.

Selain itu, seluruh satuan pendidikan madrasah di Sleman juga diminta untuk mempersiapkan diri menghadapi penilaian mandiri Zona Integritas (ZI) pada akhir tahun, sebagai upaya mewujudkan layanan publik yang transparan dan berintegritas tinggi.

Kemenag Sleman juga terus memperluas layanan PERMATA (Pelayanan Ramah Madrasah Terpadu), termasuk program unggulannya Pak Jempol Keren, khususnya dalam pelayanan haji dan legalisasi dokumen bagi masyarakat yang kesulitan datang langsung ke madrasah.

Melalui berbagai sinergi dan program tersebut, diharapkan madrasah di Kabupaten Sleman semakin maju, unggul, dan berdaya saing, serta mampu berkontribusi nyata dalam mewujudkan pendidikan Islam yang berkualitas dan berkarakter. (ADP)